Suatu saat aku sedang menikmati senja,
Dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh.
Kulihat Yesus diruang kemudi, Ia menatapku dan berkata
“Lepaskan tambatan perahumu dan biarkan Aku
Membawa engkau ke seberang. Sebab bukan rencanaKu
Engkau tertambat disini.”
Dengan takut dan gelisah dan kuatir, aku menjawabnya
“Tuhan bukankah lebih baik aku tetap disini? Aku tidak
akan melihat taufan dan badai, dan aku dapat kembali
ke darat kapanpun aku mau.” Dengan lembut Ia memegang
tanganku, menatap mataku dan berkata:”Memang disini kau
tidak akan mengalami taufan dan badai, tapi engkau juga tidak
akan pernah melihat bagaimana Aku mengatasi semua itu.
Engkau tidak akan pernah melihat, bahwa aku berkuasa atas
semuanya itu.”
Dalam pergumulan berat aku memandang tali yang
mengikat perahuku. Di tali itu kulihat ada rasa kuatir akan
keuangan, pekerjaan, kehidupan dan masa depan.
Dalam hatikku aku bertanya : Taukah Ia apa yang aku inginkan?
Mengertikah Ia apa yang aku rindukan?
Yesus memelukku dan berkata lembut:
“Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang
engkau inginkan dan rindukan, bahkan mungkin kebalikannya
yang akan engkau dapatkan, tapi maukah kau percaya,
bahwa rancanganKu adalah rancangan damai dan
masa depanKu adalah masa depan yang penuh harapan?”
Ia memelukku dan menangis bersamaku,
lalu dengan berat aku melepaskan tali perahuku
---------------------------------------------------------------
Serahkanlah khawatirmu kepada Tuhan,
maka Ia akan memelihara engkau
(Mazmur 55:23)